Senin, 10 Agustus 2015

Pesona Bowele




Penampakan banyu anjlog secara utuh

Pantai Bowelle atau biasa disebut dengan Pantai Lenggoksono ini seperti pada pantai umumnya. Pantai yang terletak di Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudho, Malang Selatan ini memiliki garis pantai yang cukup panjang. Mungkin sekitar 400 meter bibir pantai yang dimilikinya. Sepanjang kanan jalan terdapat jajaran warung-warung yang panjang dan menawarkan jajanan yang beraneka ragam. Menu khas “ndeso” dan “laut” menjadi salah satu sajian utama mereka. Parkir untuk mobil langsung menghadap pada bibir pantai. Sehingga siapapun bisa menikmati laut secara langsung tepat di depan mobil masing-masing. Apalagi bagi keluarga yang sedang melakukan piknik. Ini merupakan hal yang menguntungkan bagi pengunjung. Cukup menggelar tikar di depan mobil masing-masing, sambil menikmati pemandangan alam yang indah di depannya. Atau sambil mandi di pantai dan berlari berguling-guling di pasir hitam yang lembut membelai kulit. Sang Ibu menyiapkan berbagai hidangan untuk dimakan saat piknik sudah perfect sekali menurut saya untuk menikmati pantai Bowele. 

Tiada ikan, yang penting tetap asyik! Pict by Mbak @novita.cu
Namun, apa cukup akan sampai disitu jika Anda telah berada di pantai Bowele. Sedangkan di bibir pantai terdapat banyak perahu yang siap mengantarkan Anda ke destinasi berikutnya. Yups! Inilah pesona Pantai Bowele dimulai. Hanya cukup dengan membayar Rp 50.000 ( Mei 2015 ) maka Anda akan menikmati 3 lokasi keren.  Dan hanya dengan menambahkan Rp 25.000; (Mei 2015) kita bisa mendapatkan pinjaman satu set alat senorkeling. Menurut saya harga tersebut justru sangat murah dan tidak sebanding dengan sajian indah disana. Namun, itulah kebijakan bersama yang telah masyarakat sepakati. Kita harus menghargainya bukan ? FYI, lokasi pantai Bowele dikelola oleh organisasi masyarakat sekitar Desa Lenggok Sono sendiri. Sehingga hal ini cukup membuat saya dan Anda semua lega tentunya, ketika kita mengeluarkan lembaran uangnya. Karena lembaran uang yang telah kita keluarkan dari kocek, akan membuat para masyarakat pesisir Bowelle mendapatkan rizkinya.
Untuk wisatwan cowo bantu dorong perahu dulu yak biar menengah. Tetap bersyukurlah terlahir sebagai perempuan :)

Kala itu tidak semua Tim TDI ikut menyeberang, mengingat waktu yang sudah sore. Jadi hanya beberapa orang inti saja yang menyeberang termasuk saya untuk membuat tulisan ini. Dipandu sama Mbak Novi salah satu tim inti program Lihat Indonesia Keliling Jawa Timur,  juga Mas Roiz tim dari Temanggung, Mas Rizki Eka, Mas Davis dan Mbak Yana dari Bojonegoro dan  beberapa peserta yang saya tidak ingat namanya ( yang saya ingat salah satu dari mereka dengan suka hati mau menjadi fotografer saat kami senorkeling). Serta saya pribadi perwakilan dari Madiun Raya  Tepatnya sih atas rekomendasi Mas Irul Melon Fuadi ketua TDI Madiun Raya, akhirnya saya berangkat untuk mengabadikan moment dalam tulisan ini. Berbekal pelampung dan alat senorkeling lainnya kami berangkat menyeberang ke lokasi senorkeling. Berikut nih penampakan kami.
Depan kiri paling kece Mbak Novita Cu, sampingnya ada Mbak Yana, belakangnya ada Om yang baik hati, Mas Roiz serta Mas Davis
Dengan uang Rp 50.000 tersebut pengunjung akan dibawa ke lokasi Senorkeling. Berbagai jenis ikan dan terumbu karang ada disana. Siap memanjakan mata Anda. Jangan lupa membawa kamera tahan air saat Anda melakukan senorkeling tersebut, karena menurut infromasi terumbu karang dan ikan-ikan disana sangat bagus. Jadi sangat rugi jika tidak diabadikan. Namun, saya menyarankan agar pengunjung untuk datang lebih awal dan dalam cuaca yang bagus. Mengingat pengalaman saya pada saat saya kesana sudah sore dan ada hujan sebelumnya. Sehingga airnya menjadi keruh. Saat air keruh sudah pasti ikan dan terumbu karang tidak akan terlihat. Dan karena sudah sore, maka tidak ada matahari yang akan membantu kita memberikan cahaya sebagai penerangan saat mengintip keindahan dasar laut. Wal hasil kami hanya melihat beberapa ikan yang nekat ke permukaan saja dan selfie berkali-kali dengan Tim TDI. Namun begitu, suasana tetap nyaman dan asyik, mengingat setelah perjalanan off road seharian yang membuat jantung terus terpompa hebat. ( Lebeh dikitlah,,, Saya baru pertama ikutan off road setelah sekian lama ngilerrr lihat doang )
Ini nih cara kami menikmati alam. Lokasi Banyu Anjlog - Malang
Destinasi kedua adalah Pantai Bolu-bolu. Hal yang paling disayangkan jika sudah sampai Bowele tapi tidak ke Bolu-bolu. Seperti rombongan kami kala itu. Sekali lagi karena sudah terlalu sore kami sampai ke Bowele, sehingga kami tidak punya waktu untuk ke Bolu-bolu. Menurut informasi dari teman dan Bapak yang menjadi ojek perahu, pantai Bolu-Bolu itu indah sekali. Pantai dengan panjang sekitar 200 meter ini siap memanjakan mata-mata yang haus untuk dimanjakan oleh pemiliknya. Laut lepas yang biru kehijauan membentang luas ke depan. Ombak lembut di sepanjang pantai siap memanjakan tubuh saat mandi di dalamnya, lokasi luas yang jika pengunjung berkehendak untuk melakukan camping sangat memungkinkan. Karena selain lokasi yang luas, juga terdapat sumber mata air yang mata airnya tersebut tidak berasa payau. 
Ada aktivitas lain selain selfie dan mandi ?
Destinasi ke-3 adalah Banyu Anjlog. Lokasi inilah yang justru sangat terkenal dibandingkan Pantai Bowelenya. Terllihat dari bagaimana masyarakat di Kecamatan lain justru lebih mengenal ini saat kami menanyakan nama Desa Lenggoksono. FYI saat kami menuju lokasi ini kami mengalami beberapa kali kesasar karena kami memang melewati dua jenis jalur secara bergantian. Jalur utama dan jalur off road. Sampai di Banyu Anjlog dari tim tidak ada yang tidak hiteris menikmati grojogan air tersebut. Meski perjalanan yang kami mulai dari jam 04.30 – sampai 15.00 ditambah main air saat senorkeling tidak lantas membuat tubuh kami lemah karena lelah. Banyu Anjlog pun siap kami hajar dengan penuh gairah selfie dibawahnya. Bahkan diantara kami ada yang masih nekat naik ke batuan air terjun dengan tinggi sekitar 40 meter tersebut. Mereka menikmati foto selfie diatasnya atau mandi di kolam alami yang berada di atasnya. Iyah, seru-seruan tersebutlah yang sebenarnya kita butuhkan saat kita sedah berlibur dari kepenatan kesibukan harian. Apakah Anda sepakat ?

Ada Kepala Menceng di Blitar



Alin_CL
Salah satu rumah dinas kepala perkebunan

 Setelah sekian lama tertidur, alhamdulillah pada akhirnya ada kesempatan untuk nge-blog lagi. Sebetulnya tulisan ini sudah ngendap sejak sebulan yang lalu di dalam si ijo. Tapi pada akhirnya bisa saya tuangkan juga pada blog saya. FYI tulisan-tulisan dalam beberapa waktu kedepan ini, akan banyak menyebut sebuah club jeep, karena waktu itu saya sedang jalan dengan mereka. Teman-teman tersebut adalah klub TDI ( Taft Diesel Indonesia) Yang pada kesempatan tersebut sedang menjalankan program LIKJ ( Lihat Indonessia Keliling Jawa Timur ). Maka dari itu, sudah seharusnya saya mencantumkan mereka dalam tulisan saya. Sebagai apresiasi kegiatan mereka yang peduli alam, juga peduli sekitar, sekaligus sebagai ucapan terimakasih atas diizinkannya saya bergabung meski saya bukan anggota TDI. Dan untuk mengawali tulisan, saya kirimkan satu artikel tentang destinasi wisata di Blitar. Nice Reading ya guys ! 

@@@@@@@@@

Sirah kencong. Melihat suku kata yang tertata menjadi sebuah nama ini mungkin tidak asing bagi orang jawa. Sirah yang berarti kepala pada bahasa jawa krama inggil, dan kemudian kencong yang berarti menceng. Secara ilmiah belum saya temui kenapa daerah ini diberi nama sebagai Sirah Kencong. Namun yang pasti, wisata Sirah Kencong ini adalah salah satu destinasi wisata yang recommended bagi Anda yang suka ber-traveling di alam bebas namun keamanan dan kenyamanan sangat menjadi prioritas.
            
            Sirah kencong merupakan sebuah bukit dengan hamparan kebun teh di Perkebunan Bantaran PTPN XII. Tepatnya di barat daya pegunungan Kawi Kabupaten Blitar. Karena berada di pegunungan inilah Sirah Kencong menjadi destinasi yang recommended untuk melepas penat dari kesibukan di kota. Udara yang sejuk dan tentunya pemandangan permadani hijau terhampar luas siap memanjakan mata. Begitupula dengan kicauan burung di pagi dan sore hari siap menjadi hidangan manis saat membuka mata dan mulai mengistirahatkan diri. Seperti kebun teh pada umumnya di Indonesia, lokasi ini bersinggungan dengan hutan homogen yang didominasi dengan pohon cemara dan selanjutnya hutan heterogen. Dan karena itulah, Sirah kencong memiliki beberapa destinasi wisata lainnya yang berada di sekitarnya, seperti air terjun, dan gua horizontal.

Lokasi camp di Sirah Kencong. Pict by @ikasoewadji
Kenyamanan dan keamanan. Sirah kencong saat ini sedang menunggu waktu untuk dilakukan pembangunan besar-besaran. Menurut informasi yang saya dapatkan dari salah satu pengelola, disana akan dibangun berbagai penginapan yang memadai serta akses yang lebih mudah. FYI, akses menuju sirah kencong saat ini sangat menantang sekali, karena jalanan belum beraspal dan tentunya tanjakan selalu ada di hampir sepanjang jalan. Untuk penginapan saat ini telah ada satu villa milik perkebunan tersebut dan untuk menginap semalam terpsang tarif Rp 750.000. sedangkan untuk para traveller yang terbiasa di outdoor disediakan lokasi untuk mendirikan tenda.

                 Untuk air, disini sangat mudah didapatkan, karena tersedia beberapa kran air, juga tersedia toilet umum di gerbang masuk lokasi wisata. Selain itu juga tersedia masjid yang selalu dimanfaatkan untuk sembahyang berjamaah oleh penduduk sekitar dusun tersbut.
Satu hal yang tidak boleh ketinggalan untuk dilakukan jika sedang berkunjung ke Sirah kencong adalah, mampir ke kantin satu-satunya. Sebuah warung sederhana dengan menu makanan yang sederhana pula. Tidak besar memang, namun keunikan dan suasana ndeso serta cita rasa yang disajikan dari masakannya itu “mak nyusss!!” luar bisa nikmatnya. Selain masakan khas ndesonya camilan pisang gorengnya itu tidak kalah nikmatnya. Saya sendiri dengan porsi makan yang biasanya minim, saat itu masih mampu menghabiskan makananan satu piring penuh masih ditambah pisang goreng 3 biji. Mungkin mulut tidak mau berhenti mengunyah jika perut tidak memberi warning atas kekhilafannya. (Rakusss nyak??? :v )
How to get there ?
Alin_cl
Teman-teman TDI dalam program LIKJ Etape 3
Inilah pertanyaan yang selalu ditanyakan oleh para traveller saat menemukan destinasi baru yang menarik untuk dikunjungi. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, bahwa akses menuju sirah kencong belum beraspal. Untuk itu untuk mencapai kesana tidak bisa dilakukan dengan menggunakan kendaraan umum. Jadi hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kendaraan pribadi, atau bisa ngojek dari Kecamatan Wlingi Blitar. Namun yang ini tidak disarankan, mengingat perjalanan yang relatift jauh dan akses yang belum memadai. Memang selalu ada harga yang harus dibayar saat ingin mencapai kebahagiaan. Termasuk perjuangan.
Jadi ? masih bingung mencari lokasi untuk memanjakan diri ? Segera packing barang Anda dan bejelajahlah!

Selasa, 28 April 2015

Kuliner : Cepu - Bakso Granat Ketapang

Kembali ke Cepu, sudah sangat marak sekali bakso granat, bakso super rudal, bakso bola, atau bakso apa saja yang memang berukuran jumbo dimana-mana. Sepertinya hampir setiap kota saya berkunjung saya selalu menemukan bakso dengan prosi jumbo ini. seperti halnya di Malang yang memang menjadi pelopor makanan bakso menjadi terkenal dengan berbagai inovasinya, di jepara dengan bakso super rudalnya, atau bakso granat Ponorogo yang memang selalu menjadi tujuan para santri-santriwati saat libur hari Jum'at.

Begitupun dengan kota kecamatan Cepu ini. Tepatnya di pertigaan ketapang. Jika dari arah Padangan, lokasi ini tepat sekitar 50 meter dari jembatan perbatasan Bojonegoro - Blora. Sangat strategis karena di pertigaan ini sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang sedang menunggu kendaraan umum untuk ke arah Jawa Timur, dan tempat turunnya penumpang ketika dari Jawa Timur. Warungnya sangat sederhana sekali. Hanya warung ukuran kecil, dengan 4 meja panjang dan 8 kursi panjang yang saling berhadapan di dalamnya. sebuah gerobak bakso di depannya serta spanduk yang cukup besar dengan tulisan menu andalan. sehingga sangat mudah dilihat meski dari kejauhan.
CL
Tampak sederhana warung bakso granat Ketapang

Meski warung ini sangat sederhana, namun tidak pernah sepi dari pelanggan lho. Bukan karena disana berlokasikan di tempat yang ramai, meskipun iya, namun penyebab utama untuk tidak sepi dari pelanggannya itu karena rasanya enak dan baksonya bikin perut betul-betul kenyang. Pentol baksonya yang memang segede kepalan bola kasti, juga kandungan baksonya asli dari daging sapi dan tidak bercampur. Sehingga tidak jarang cewek-cewek tidak mampu menghabiskan satu porsi penuh. Saya saja selalu merasa kenyang setelah menghabiskan setengahnya.

CL
Bakso granat yang menggeranatkan lambung
Harga bakso disana relatif murah, yakni Rp 10.000 per porsi, Anda semua bisa menikmati makanan ini tanpa harus merasa kelaparan lagi. Sebagai teman bakso ini ditawarkan beberapa minuman. Ada jus, es teh, es jeruk dan juga es campur sebagai salah satu menu andalan. Namun, bagi Anda yang tidak memiliki porsi makan yang tidak banyak jangan sekali-kali memesan es campur, karena saya jamin bakso Anda tidak akan habis meski sampai setengahnya. Oke, dan selamat mencoba.....

Ponorogo : Danau Ngebel

Setelah hampir setahun meninggalkan kota kelahiran, saya sudah mulai lupa tentang wisata air satu ini. Namun, pada awal tahun 2015 ini saya berkesempatan untuk datang lagi kesana. Yah, setidaknya kesempatan ini memang harus disempatkan. Dan waaah, Ngebel sudah tidak seperti dahulu. Sekarang banyak pedagang makanan yang telah terorganisir dengan rapi. Usut punya usut katanya ini digarap sama satu lembaga LSM yang berada di Ponorogo. Dan fasilitatornya ternyata teman saya sendiri, Ade Bashkara yang juga senior saya di organisasi dimana saya bernaung. ( Skip )
Alin.CL
Perahu Bebek sebagai salah satu wahana permainan untuk wisatawan ( Photo by Arif Winata )


Ngebel memiliki ukuran danau lebih besar 3 kali dari danau Sarangan (Magetan), kini memang sudah ramai oleh pengunjung pada setiap weekendnya. Warung-warung yang berdiri di pinggiran danau yang bawahnya langsung ada air, juga semakin ramai. FYI, warung-warung tersebut selalu menyediakan nila bakar yang memang dibudidaya di danau tersebut. Jadi ketika Anda kesana, jangan kaget jika akan ditemui banyak rambak-rambak di danau. Rambak itu berfungsi sebagai budidaya ikan oleh masyarakat.


So, apa sih menariknya danau Ngebel ?
Dia danau dengan ukuran yang relatif besar, masih alami dan tidak terlalu crowded. Seakan-akan tidak pernah dikelola oleh pemerintah, seperti dibiarkan apa adanya. Namun memang sengaja dibiarkan apa adanya kealamiannya. Karena dari sini karakter Ngebel telah didapat. Mungkin hanya perlu sedikit perhatian infrastrukturnya, agar mempermudah wisatawan saat menghendaki pergi ke destinasi wisata tersebut.
CL
Dermaga danau Ngebel (Photo by Arif Winata )


Untuk Anda yang berasal dari luar kota, dan ingin menikmati suasana pedesaan yang adem, ayem lan tentrem jangan khawatir, karena disana terdapat banyak penginapan yang menawarkan berbagai harga dan fasilitas. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 50.000; – Rp 180.000; Terlihat murah, namun perlu diwaspadai penginapan-penginapan disana hanya berlaku selama 12 jam saja. Masalah makan, jika makannya di rumah makan yang memang di setting dengan bagus, harganya relatif mahal. Untuk dua orang dengan makanan nila bakar bisa menghabiskan sampai Rp 60.000; an. Namun jangan khawatir disana terdapat pula warung-warung sederhana yang menjual makanannya dengan murah. Untuk kalian para traveler yang ber-budget terbatas, warung-warung tersebut akan menjadi suatu pilihan yang tepat untuk kalian. Sekali makan lauk kari ayam, untuk dua porsi, akan menghabiskan tidak lebih dari Rp 20.000;


Jika disarangan, para wisatawan akan mendapatkan berbagai macam sayuran, maka pada bulan-bulan Desember – Mei para wisatawan akan dimanjakan oleh durian dan berbagai macam jenis buah lainnya. Apalagi jika sudah memasuki bulan April, dimana bulan-bulan ini buah-buah di Ngebel seperti banjir buah, tidak heran jika harga buah-buahan disana akan sangat murah. Jadi jangan heran jika Anda akan melihat wisatawan yang memborong buah-buahan terutama durian dan manggis sampai jutaan rupiah. Bukan untuk dijual, namun memang untuk mereka sendiri. Jadi, jika Anda juga pecinta durian siapkan lembar rupiah Anda dan kendaraan Anda.
 
Durian Ngebel saat musim-musim panen

Akses menuju Ngebel, tidak begitu mudah, namun juga tidak begitu sulit. Terdapat banyak jalan tanjakan karena memang lokasi danau ini berada di kaki gunung wilis. Jalanan banyak yang lubang karena kerusakan jalan. Untuk pengguna motor dari jalur Ponorogo dihimbau untuk lebih berhati-hati karena terdapat banyak truk pengangkut pasir. Dan untuk pengguna kendaraan roda empat, lebih baik melewati jalur Madiun (Dolopo) karena jalanannya relatif landai. Well selamat menikmati wisata desa Anda. Cheers !!!

Minggu, 22 Maret 2015

Kuliner : Cepu, Kedai Es Krim



Siapa yang sangka sebuah kecamatan yang dikelilingi oleh hutan jati ini, adalah sebuah Kecamatan kecil yang lebih ramai dibanding Ibu Kota Kabupatennya. Ya Cepu, sebuah Kecamatan yang merupakan salah satu bagian teritorial Kabupaten Blora ini, merupakan salah satu ladang sumur minyak terbesar di Indonesia tercinta kita. Lokasinya tepat sekali di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Yakni antara Kec. Cepu – Blora dengan Padangan – Bojonegoro, yang pada beberapa tahun terakhir ini juga dilaksanakan ekploitasi minyak di Kecamatan Gayam Bojonegoro. Saya pribadi tidak tahu pasti bagaimana sejarah terjadinya eksploitasi minyak di tempat yang sepertinya dahulu kala sangat terpencil dan mungkin tidak mendapat perhatian sama sekali oleh orang sekitar. Tapi saat ini dua lokasi ini menadapat perhatian oleh orang banyak.

Tapi, sebenarnya yang ingin saya bahas bukan itu. Yakni tempat nongkrong dikala panas mendera. Jangan salah, meskipun Cepu dikelilingi oleh hutan jati yang lebat, tapi daerah sini panas bo’, jangan berfikir lokasi yang adem dengan anginnya yang sepoi-sepoi. Tidak akan terjadi pastinya. Menurut saya sih ini terjadi bukan karena hutan yang gundul, sudah saya jelaskan kan, bahwa disini dikelilingi oleh hutan jati yang lebat. Nah, panasnya ini bias jadi karena aliran bengawan Solo yang memisahkan antara dua kecamatan, dua Kabupaten dan juga dua Provinsi ini. Tapi bukan hanya itu saja, ditambah lagi efek dari radiasi pertambangan. Tapi ini masih menurut hipotesa saya saja lho ya, jadi saya mohon jangan percaya.

Kembali lagi ke pokok awal, tempat nongkrong di kala panas. Kedai ice cream. Makanan ini tentunya makanan yang diminati oleh semua umur dan semua kalangan dong. Makanan manis yang juga memanjakan lidah kita saat butiran lembutnya masuk ke dalam mulut kita. Hmmm… yummy…

Lokasinya berada di tempat yang strategis sekali, berada di daerah Ketapang, tepatnya sekitar 30 m dari Jembatan perbatasan Cepu Padangan. Berada di barisan depan pintu gerbang menuju laboratorium Patra Medika. Lokasinya yang bersih ini dikemas dengan sederhananya. Meski makanan yang disajikan adalah makanan dessert, tapi jangan berfikir kedai ini sebuah toko yang besar. Dia sangat kecil dengan ukuran 6 x4, yang digunakan sebagai sebagian sebagai dapur dan 3 meja di dalam. Selebihnya berada di luar. Dindingnya dilapisi banner dengan berbagai macam menu yang tersedia, meja beberbentuk kotak dan kursi plastik disediakan untuk para pelanggan. Sebuah kipas angina besar, akan mengipasi Anda saat menikmati es krim, dan yang di dalam tentunya akan juga bisa menonton TV LED yang diletakan di dinding atas.
CL
Penampakan Kedai Es Krim yang sederhana



Kedai Es Krim ini akan buka selama 12 jam dari Jam 09.00 – 21.00 WIB. Tergantung cuaca juga. Jika cuaca sangat panas bisa jadi kedai ini akan tutup lebih cepat karena dagangan sudah laku dan habis. Jika cuaca dingin / musim hujan, akan segera tutup juga karena pembeli sudah pasti akan sepi. Nah loh gimana ya ? :D Tapi yang terpenting itu, ada aneka es krim yang ditawarkan di kedai ini. Sudah sangat cukuplah menurut saya memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar tambang ini. Terbukti tidak siang maupun malam, saya sering sekali menemui konsumen yang sedang berkeliaran disini, entah dia anak muda yang sedang cabe-cabe an ataupun tante-tante yang sedang kesepian. Ooppps, yang ini nggak sengaja mak melihatnya…!!! Masalah harga, eits, meskipun tampilan sederhana, dan juga penyajian jenis es krim yang berkualitas, namun harga disini standar bro, jangan khawatir. Sampai sudah dua kali Pak Presiden Jokowi menaik dan menurunkan harga BBM ini, harga menu di kedai es krim ini mulai dari Rp 3000 – Rp 12.000. Jadi jangan kaget jika akan ditemui anak-anak sekolah yang nongkrong di es krim sepulang jam sekolah, dan menemui rombongan keluarga yang memarkir mobil untuk ber-quality time dengan keluarganya atau pacarnya. Relatif murah dan relatif nyaman. Sesuai dengan harga yang dibandrol.

CL
Salah satu menu yang saya pesan saat saya sedang mengerjakan tugas kantor

Menu
Menu disini dibedakan menjadi beberapa jenis menu, yakni Ice Cream in the glass, Ice cream in the plate, ice cream and the gang, cold drink series and hot drink series. Jadi tidak perlu khawatir, menu es krim masi ada beberapa teman lainnya yang akan menemaninya. Selamat mencoba !

Tiada Rotan Akar-pun Jadi


Lagi-lagi saya dipaksa untuk tidak meninggalkan Kecamatan yang kaya minyak bumi ini. Meskipun sudah berkali-kali membuat janji dengan teman-teman untuk melakukan suatu perjalanan, tappi ini bukan yang pertama mengalami kegagalan.
Sebagai orang yang keranjingan sama jalan-jalan, hamper setiap weekend saya selalu memiliki janji atau rencana perjalanan. Seperti minggu lalu, saya berkeinginan untuk jalan ke Magelang. Sambil menengok teman yang baru lahiran, juga sebenarnya ada seseorang yang telah menawariku tiket untuk jalan ke Gunung mungil yang terletak diantara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Mengingat padatnya aktivitas saat weekdays, memang sangat membuat otak menjadi sangat tertekan dan apa lagi yang menari-nari di dalam otak kecuali berjelajah alam nusantara. Singkat cerita, aku segera mengambil cuti untuk dua hari sebelum datangnya weekend. Kamis dan Jum’at. Packing beres, si peemberi tiket sudah fix, si temen yang baru lahiran juga sudah sangat menanti kehadiran saya. Padahal dia tahulah tujuan utama kesana semata-mata bukan hanya untuk dia, tapi yang lebih penting adalah tidak membiarkan tiket hangus begitu saja.
But, unfortunately, Tuhan masih belum mengizinkan saya menginjakan kaki saya ke kota tersebut. Well, sebuah e-mail dari kantor masuk tepat sehari sebelum cuti, yang mengatakan bahwa hari Jum’at  adalah jadwal interview untuk kelayakan diterima atau tidaknya saya terhadap posisi yang telah saya apply sebelumnya. Selanjutnya saya fikirkan planning B. Yakni usai interview saya akan segera cabut, dengan perkiraan jika Jumat siang saya berangkat ke Magelang, maka malam sampai. Itu artinya saya bias langsung ke rumah teman utuk jenguk keponakan, dan keesokannya langsung melakukan perjalanan ke Andong. Minggu pagi turun dan langsung pulang ke Cepu lagi. Yes, perfect !!
Tapi semua tidak semudah membuat planning ternyata. Hari Kamis pagi setelah saya membuat rancangan-rancangan presentasi saat interview, tiba-tiba salah seorang dosen pasa dulu kuliah, yang juga duduk sebagai Ketua Jurusan menelepon, dan meminta untuk datang ke kampus pada hari Sabtu. Karena acara itu sangat penting, maka saya iyakan dan jreng-jreng…. Maaf saya belum bisa datang ke Magelang.
Iyah begitulah nasibnya jika sudah meninggalkan bangku kulliah. Masa-masa travelling telah mulai usai katanya. Karena waktu dan fikiran kita akan harus lebih focus terhadap pekerjaan yang memang secara logika akan menghidupi kita. Namun, tidak bagi saya. Bagi saya hidup adalah advanture. Hidup itu ya travelling. Jadi meski saya weekdays bekerja, namun weekend saya harus ber-adventure. Meski adventure itu tidak menjelajahkan kaki keluar dari lokasi seperti semula.
Nah, masa-masa seperti itu, pastinya saya akan lebih emosi dan akan tidak mudah focus terhadap pekerjaan. Kenapa ? karena saya telah tertekan dan belum melakukan perjalanan hidup saya. Nah jika terjadi hal-hal demikian di atas maka saya harus menggantinya dengan beberapa kegiatan yang menurut saya membuat fresh otak. Nah berikut kegiatan pengganti jalan-jalan yang murah meriah.

1.   Membaca buku di kebun sendiri atau kebun orang.
Membaca buku itu wajib bagi para pecinta jalan-jalan atau para traveller. Mengapa demikian ? Karena buku itu jendela dunia, semua pengetahuan akan kita dapatkan ketika mau membaca buku. Sambil leyeh-leyeh mebaca buku adalah kegiatan yang sangat tepat dan bijak. Nah, agar tidak membosankan dan tetap tercipta suasana yang menyenangkan. Membaca bukunya di sebuah taman atau di lokasi yang ditumbuhi tumbuh-tumbuhan yang banyak. Tidak perlu taman yang mewah. Jika Anda masih tinggal yang dekat dengan area pedesaan pastilah ada perkebunan. Nah, pasanglah hammock diantara dua pohon, dan mulailah membaca buku. Jika tidak punya kebun sendiri, tidak masalahlah jika itu kebun tetangga. Oia, jangan lupa bawa beberapa camilan sebagai teman dan juga kopi pengusir ngantuk. Karena angina yang sepoi-sepoi sudah pastilah, udara akan mendukung untuk mengantuk. Nah, jika bisa carilah teman agar suasana lebih asik dan tentunya akan ada teman untuk diajak berdiskusi. hal ini tidakk perlu biaya sama sekali. Apalagi jika makanan dan minuman yang dimakan, diambil dari warung emaknya sendiri.
2.      Renang
Bagi yang takut air dan tidak bisa renang, jangan takut. Saya juga tidak bisa renang. Tapi saya sangat suka bermain air di kolam renang. Tidak peduli dilihat orang karena gaya renang yang aneh. Saya mah tetap cuek saja. Hehehe Bahkan, jika orang-orang itu takut terkena hujan, saya jusru sebaliknya. Saya sangat menanti hujan dan sangat mencintai hujan. Yah, kebetulan saya tidak sedang tinggal di Ibu Kota Negara yang telah terkenal sebagai lokasi langganan banjir setiap tahunnya. Jadi bagi saya, hujan tetaplah anugerah indah dari Tuhan. Mengapa demikian ? Ar itu akan memberi ketenangan dalam tubuh kita. Suer yang ini tidak berdasarkan penelitian seorang ahli. Tapi berdasarkan pengalaman saya. Dia membantu merilekskan otot-otot yang menegang dan otak yang telah mulai tumpul. Air memberi kebahagiaan di setiap guyurannya ke tubuh kita ini. Percayalah, jika tidak percaya cobalah !
3. Bersepeda
Dimana yang belum ada komunitas gowes ? Yups, bersepeda dewasa ini telah menjadi sebuah trend atau gaya hidup. Semakin banyak oran yang tahu pentingnya bersepeda. Entah buat olahraga ataupun dalam rangka upaya penguranan emisi karbon. Nah, bersepeda disaat liburan ini tidak kalah menyenangkan. Kita bisa berjalan-jalan ke tempat-tempat yang belum pernah kita jelajahi sebelumnya dengan bersepeda. Atau hanya sekedar melepas penat bersepeda santai keliling-keliling kota atau desa.
4.     Nonton orang jalan
Nah kalau yang satu ini, sering saya lakukan saat uang betul-betul sudah habis alias sanagt tipis. Dengan sangat terpaksa saya pasti akan mengambil koin tiket ( botol aqua yang berisi uang-uang koin ) yang sudah saya kumpulkan berbulan-bulan. Biasanya uang ini adalah uang pecahan kembalian. Dari uang ini saya gunakan untuk membeli es sambil nongkrong di taman dan menyaksikan orang yang lalu lalanng. Dari sini biasanya hati saya akan banyak berkomentar dan hati saya yang lain akan saling berpendapat.
5   Kuliner Pasar
Cewek cantik berkeliaran di Mall sudah biasa Mas, tapi kalau cewek cantik mau berbelanja di Pasar sudah pasti perempuan idaman donk. Sudah pasti dia perempuan yang pandai mengelola uang. Tidak bermaksud memuji diri sendiri, tapi beneran lho saya suka berkeliaran di pasar sekedar untuk jalan cuci mata, atau untuk berbelanja. Karena saya tahu pasar tradisonal itu sudah pasti akan kita dapati barang yang lebih murah harganya disbanding dengan yang di mall. Masalah kualitas, ya tentunya kita punya otak untuk berfikir donk ya, sudah barang tentu kita  harus bisa memilih. Dan untuk trip seperti ini kudu sabar. Selain akan terjadi tawar-menawar juga mencari yang berkualitas dan murah itu hal yang tidak mudah.
6.   Berkebun
Sekarang itu semua yang berhubungan sama alam itu sedang mode gaes ! Go green itu keren. Nah dari pada bosen di rumah dan juga lagi tidak ada doku buat jalan-jalan. Yasudah dirumah saja mencoba berkebun. Selain memberi warisan O2 buat masa depan juga akan memperindah rumah kamu tho. Lha kalau kamu tidak sedang berada di rumah atau alias indekos, ya tidak masalah juga tho ? Saya juga tidak di rumah sendiri tapi saya tidak ada masalah thu dengan berkebun. Yang penting kita ngomong baik-baik sama yang punya rumah tho.
Bersilaturahiim
Nah yang terakhir ini menurut saya yang sudah mulai punah. Apa yang salah dengan siltaurahiim ? Main ke rumah teman. Sekedar main saja dari pada bengong di rumah kaya ayam yang lagi linglung. Mending juga main ke rumah teman atau saudara. Lumayan juga disana selain dapat makan-makanan dan minuman gratis (ngarep) juga akan mempereta hubungan tho. Nah kalau yang ini yang paling penting gaes, mengikat tali ukhuwah atau mempererattali silaturahiim kalau orang jawa bilang nyambung dulur. Itu juga akan menjaga link kita lho. Karena kita mau main, sekedar main saja orang yang didatangi pasti merasa dianggap dan merasa dipedulikan. Nah tidak menutup kemungkinan orang tersebut yang nantinya akan membantu kita saat kita dalam kesusahan.
Nah, dari 7 akar pengganti rotan tersebut ada yang nyantolkah ? sebenarnya masih banyak lagi aktivitas sebagai akar pengganti rotan. Sesuka kamu saja, yang penting positif dan kamu nyaman. Jadi, masihkah ada alasan untuk tidak berbuat ???



Sabtu, 14 Februari 2015

Kuliner : Cepu, Kikil HOT

Seporsi Kikil HOT Mangkuk keci
Kali ini aku ingin sedikit berbagi tentang Kuliner di Cepu, sebuah kecamatan yang terkenal karena kekayaan minyaknya. 

Awalnya karena bingung mau makan apa dan dimana, akhirnya googling-googling dan tadaaa !!! Sebuah blog yang dimiliki oleh seorang teman asli Cepu yang menceritakan sebuah warung sederhana yang menjual Kikil Hot. Lokasinya di Suko area atletik Cepu. Tepatnya di pojokan lapangan golf. 

Setelah mencoba-coba jalan dan mencari, akhirnya ketemu juga sebuah warung yang beratapakan terpal. Seperti yang telah diceritakan di blog yang saya baca sebelumnya, bahwa atapnya adalah banner, dan meman betul adanya. Masih terlihat sisa-sisa banner yang menjadi atap sebelumnya yang kemudian saat ini telah tergantikan oleh atap terpal. Bangku-bangku dingklik seperti yang telah ia tulis, masi belum tergantikan hanya saja sudah ditata lebih modern seperti warung lainnya. Untuk hal ini menurut saya penurunan. Saya lebih suka jika warung tersebut masih seperti sebelumnya yang menggunakan bangku sekolah zaman dahulu dan ditata seperti layaknya sekolah. Romantis kaan ????  *berdasarkan blog teman di whitenwild.blogspot.com


Lokasinya karena berada di area atletik, jadi tidak heran lagi jika disana sangat rindang dan sepi dari lalu lalang orang di jalanan. Perfect !! Meskipun berada jauh dari keramaian, warung Kikil HOT Pak Is ini tidak pernah sepi dari pelanggan. Mungkin inilah yang disebut sebagai cita rasa Indonesia. Dan Pak Is berhasil menarik perhatian pelanggan. 
Tmpak sederhana dan rindang Warung Kikil HOT

Soal rasa memang tidak bisa bohong ! Yes, betul sekali dengan apa yang dijargonkan oleh sebuah produk makanan instan Indonesia ini. Sungguh benar-benar MANTAP HOT-nya Lontong kikil buatan Pak Sis ini. Mempesona lidah ! bumbu jawanya, kemudian taburan bawang putih goreng, ditambah cabe dan merica yang membuat HOT Luarrr biasaaa !! Saya sampai menghabiskan 1 gelas es teh dn 1 gelas es jeruk. Jika saat itu saya tidak berfikir tentang sakit magh akut yang sangat cinta mati kepada saya, pasti akan saya tambah lagi porsi yang telah saya habiskan tadi. 
Seorang pelanggan angkat sarung, saking HOT-nya !!

Masalah harga, ada harga ada kualitas. Satu porsi mangkuk kecil Kikil Hot ini dihargai Rp 20.000; Untuk satu porsi mangkuk besar Rp 30.000; Dalam satu porsi tersebut berisikan Kikil, tauge dan sawi, dan jika mau ditambah lontong harus menambah Rp 1000; Sangat sederhana, makanan khas Surabaya ini sangat menghipnotis. Silakan mencoba ! :)